SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN STATUS GIZI BALITA MENGGUNAKAN METODE LOGIKA FUZZY (STUDI KASUS DI DINAS KESEHATAN KOTA BONTANG)
DOI:
https://doi.org/10.59811/svtnt215Kata Kunci:
Fuzzy Logic, nutrition, SPK, toddlerAbstrak
Masalah gizi balita di Indonesia, terutama di Kalimantan Timur dan Bontang, masih menjadi perhatian serius. Saat ini, proses penentuan status gizi balita di Bontang masih dilakukan secara manual, yang dapat mengakibatkan ketidakakuratan dan ketidakefisienan. Masa balita merupakan periode perkembangan yang sangat rentan terhadap masalah gizi. Oleh karena itu, upaya pemerintah dalam memperbaiki status gizi balita sangatlah penting. Dalam menghadapi masalah ini dan mencapai target penurunan stunting yang ditetapkan pemerintah, diperlukan pendekatan yang tepat dan efektif dalam menentukan status gizi balita agar langkah-langkah intervensi yang diambil dapat sesuai dengan kebutuhan masing-masing balita. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistem pendukung keputusan (SPK) penentuan status gizi balita, menggunakan metode fuzzy dengan 4 kriteria yaitu, usia (umur), berat, tinggi, dan jenis kelamin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah logika fuzzy. Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam mengatasi ketidakpastian dan kompleksitas data serta dapat mengakomodasi pengetahuan yang bersifat linguistik dari para ahli gizi. Penilaian status gizi menggunakan metode logika fuzzy dengan menghitung nilai derajat keanggotaan sehingga menghasilkan status gizi yang lebih akurat. Hasil penelitian berupa aplikasi penentuan status gizi balita yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mengatasi masalah gizi balita di wilayah Kalimantan Timur dan Bontang.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2025-02-18 (2)
- 2024-12-03 (1)
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Taufik Hidayat, Abadi Nugroho, Akbar

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






